Bab 1 Manusia Tidak Memilih Titik Berangkatnya Manusia tidak memilih kapan ia dilahirkan, dari keluarga mana ia berasal, di tengah masyarakat seperti apa ia dibesarkan, bahasa apa yang pertama kali dikenalnya, kebudayaan apa yang membentuk cara berpikirnya, dan agama apa yang pertama kali diperkenalkan kepadanya. Seorang anak yang lahir dalam keluarga Muslim hampir selalu mengenal Islam sejak awal kehidupannya. Anak yang lahir dalam keluarga Kristen akan mengenal kekristenan. Demikian pula anak yang lahir dalam keluarga Hindu, Buddha, Yahudi, atau lingkungan keagamaan maupun kebudayaan lainnya. Sebelum memiliki kemampuan untuk menilai dan memilih, manusia telah lebih dahulu menerima sejumlah keadaan sebagai bagian dari kehidupannya. Karena itu, agama yang diwarisi semenjak kelahiran pada dasarnya merupakan titik pemberangkatan, bukan hasil pilihan sadar manusia. Persoalan ini menjadi penting ketika keselamatan dipahami sebagai perjalanan manusia kembali kepada Rabb. Jika titik pemberan...
Repository of Gnostic Knowledge & the End-Time Caliphate