Wilāyah, Wahn, dan Pergeseran Pembawa Amanah dalam Arus Sejarah. By. Hamba Sejati يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُوْدَ وَا لنَّصٰرٰۤى اَوْلِيَآءَ ۘ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۗ وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ مِّنْكُمْ فَاِ نَّهٗ مِنْهُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ " Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai wali (orang kepercayaan dan pelindungmu); mereka satu sama lain saling melindungi. Barang siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."- ( QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 51 ) 1. Sebuah Pertanyaan yang Sering Terlewatkan Ada satu bagian dari QS. Al-Mā’idah: 51 yang menarik perhatian ketika dibaca dari perspektif sejarah yang panjang : > بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ “ Sebagian mereka adalah awliyā’ bagi sebagian yang lain .” Ayat tersebut berbicara m...
Repository of Gnostic Knowledge & the End-Time Caliphate