Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2026

Membaca Perang Amerika Serikat–Israel terhadap Iran melalui QS. Al-Mā’idah : 51

Wilāyah, Wahn, dan Pergeseran Pembawa Amanah dalam Arus Sejarah. By. Hamba Sejati   يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُوْدَ وَا لنَّصٰرٰۤى اَوْلِيَآءَ ۘ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۗ وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ مِّنْكُمْ فَاِ نَّهٗ مِنْهُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ " Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai wali (orang kepercayaan dan pelindungmu); mereka satu sama lain saling melindungi. Barang siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."-  ( QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 51 ) 1. Sebuah Pertanyaan yang Sering Terlewatkan Ada satu bagian dari QS. Al-Mā’idah: 51 yang menarik perhatian ketika dibaca dari perspektif sejarah yang panjang : > بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ “ Sebagian mereka adalah awliyā’ bagi sebagian yang lain .” Ayat tersebut berbicara m...

KETIKA AMANAH DICABUT : Dua Peristiwa Kehancuran Yang Menimpa Yerusalem dalam Perspektif Al-Qur'an dan Injil

Dari Kutukan Lisan Dawud dan Isa Al-Masih hingga Hukum Istibdāl dalam Sejarah Bani Israil By. Hamba Sejati  1. Tidak Ada Bangsa yang Kebal terhadap Hukum Sejarah Ada kecenderungan dalam membaca sejarah keagamaan untuk melihat suatu bangsa sebagai pemegang status istimewa yang bersifat permanen. Bani Israil adalah contoh paling jelas. Al-Qur'an memang mengingatkan bahwa Bani Israil pernah memperoleh kedudukan yang istimewa : > يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَنِّي فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ > “ Wahai Bani Israil, ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepada kalian dan bahwa Aku telah melebihkan kalian atas umat-umat yang lain. ” - QS. Al-Baqarah 2:47 Tetapi keistimewaan itu tidak diberikan sebagai jaminan sejarah tanpa syarat. Al-Qur'an berkali-kali memperlihatkan bahwa ketika amanah disalahgunakan, kedudukan dapat berubah. Ada nikmat. Ada amanah. Ada pelanggaran. Ada peringatan. Dan kemudian ada konsekuensi. Karena ...

POHON GHARQAD DAN REVOLUSI INFORMASI

Membaca Nubuatan Hadis tentang Batu, Pohon, dan Gharqad di Era Gadget dan Media Sosial By. Hamba Sejati  Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id, telah menceritakan kepada kami Ya'qub (yaitu Ibnu Abdurrahman), dari Suhail, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda : "Hari Kiamat tidak akan terjadi hingga kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi. Lalu kaum Muslimin membunuh mereka, sampai-sampai orang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, lalu batu atau pohon itu berkata: 'Wahai Muslim, wahai hamba Allah, ini ada orang Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuhlah dia!' Kecuali pohon Gharqad , karena sesungguhnya pohon itu adalah pohon kaum Yahudi." [ Sahih Muslim ] Dari benda yang diam menjadi saksi yang berbicara : ketika arus informasi mengubah medan opini dunia 1. Sebuah Hadis yang Menyimpan Gambaran Aneh Ada sebuah hadis Nabi ﷺ yang sejak berabad-abad lalu menyimpan gambaran yang bagi manusia pada zaman itu hampir mustahil dib...

TUHAN DALAM AL-QUR'AN : Allah, Rabb al-'Ālamīn, dan Universalitas Tuhan Lintas Budaya

By. Hamba Sejati  Pendahuluan Ketika orang Indonesia membaca Al-Qur'an, ada satu kata yang hampir selalu dipertahankan dalam bentuk aslinya : > الله — Allah Terjemahan Al-Qur'an biasanya tidak menerjemahkannya menjadi “ Tuhan ”, melainkan mempertahankan lafaz Arab tersebut. Kebiasaan ini tentu mempunyai alasan historis dan teologis. Namun ada sebuah pertanyaan yang menarik : > Apakah “Allah” harus dipahami sebagai nama pribadi Tuhan yang hanya boleh disebut dengan lafaz Arab tersebut? Atau mungkinkah kita memahaminya secara lebih universal : > Allah adalah sebutan bahasa Arab bagi Tuhan, sedangkan bangsa-bangsa lain dapat menyebut Tuhan dengan bahasa mereka sendiri? Pertanyaan ini bukan sesuatu yang sama sekali baru dalam pemikiran Islam Indonesia. Nurcholish Madjid pernah menjelaskan bahwa Allah merupakan sebutan dalam bahasa Arab untuk konsep Wujud Yang Mahatinggi, the Supreme Being .   Gagasan ini membuka jalan untuk membaca Al-Qur'an bukan sebagai kitab yang m...