By. Hamba Sejati Pendahuluan Ketika orang Indonesia membaca Al-Qur'an, ada satu kata yang hampir selalu dipertahankan dalam bentuk aslinya : > الله — Allah Terjemahan Al-Qur'an biasanya tidak menerjemahkannya menjadi “Tuhan”, melainkan mempertahankan lafaz Arab tersebut. Kebiasaan ini tentu mempunyai alasan historis dan teologis. Namun ada sebuah pertanyaan yang menarik : > Apakah “Allah” harus dipahami sebagai nama pribadi Tuhan yang hanya boleh disebut dengan lafaz Arab tersebut? Atau mungkinkah kita memahaminya secara lebih universal : > Allah adalah sebutan bahasa Arab bagi Tuhan, sedangkan bangsa-bangsa lain dapat menyebut Tuhan dengan bahasa mereka sendiri? Pertanyaan ini bukan sesuatu yang sama sekali baru dalam pemikiran Islam Indonesia. Nurcholish Madjid pernah menjelaskan bahwa Allah merupakan sebutan dalam bahasa Arab untuk konsep Wujud Yang Mahatinggi, the Supreme Being. Gagasan ini membuka jalan untuk membaca Al-Qur'an bukan sebagai kitab yang mempe...
Repository of Gnostic Knowledge & the End-Time Caliphate